Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Kisah Omjay: Ketika Guru TIK Harus Belajar Prakarya, Membaca, dan Menulis Menjadi Kebutuhan Hidup

Gambar
  Kisah Omjay: Ketika Guru TIK Harus Belajar Prakarya, Membaca, dan Menulis Menjadi Kebutuhan Hidup Oleh: Wijaya Kusumah (Omjay) Guru Blogger Indonesia Ada satu kebiasaan yang selalu Omjay tanamkan kepada peserta Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 35, yaitu menjadikan membaca dan menulis sebagai sebuah kebutuhan hidup. Mengapa demikian? Sebab, membaca dan menulis bukan sekadar kegiatan untuk menyelesaikan tugas, mendapatkan sertifikat, menerbitkan buku, atau memenuhi tuntutan pekerjaan. Lebih dari itu, membaca dan menulis merupakan jalan untuk memperkaya pikiran, merawat ingatan, mengabadikan pengalaman, serta membagikan ilmu pengetahuan kepada orang lain. Omjay sering menyampaikan sebuah ungkapan sederhana yang mudah diingat, tetapi memiliki makna mendalam: bila tidak membaca, rasanya haus; bila tidak menulis, rasanya lapar. Bahkan, ada ungkapan yang mengatakan bahwa rabun membaca akan berakibat lumpuh menulis. Ungkapan ini mengingatkan kita bahwa kemampuan menu...

Menjadi Data Detective: Belajar Himpunan Data Terstruktur Jadi Lebih Seru

Gambar
  Menjadi Data Detective: Belajar Himpunan Data Terstruktur Jadi Lebih Seru Belajar Informatika tidak harus selalu duduk diam mendengarkan guru menjelaskan di depan kelas. Sesekali siswa perlu diajak menjadi seorang detektif. Bukan detektif yang mencari penjahat, tetapi Data Detective , yaitu detektif yang bertugas mencari, membaca, menyusun, dan menganalisis data. Ide inilah yang saya coba hadirkan dalam pembelajaran Informatika ketika membahas himpunan data terstruktur . Bagi sebagian siswa, istilah “data terstruktur” mungkin terdengar serius dan membosankan. Padahal, tanpa disadari, kita berhadapan dengan data terstruktur hampir setiap hari. Daftar nama siswa, nilai ulangan, jadwal pelajaran, daftar buku perpustakaan, data inventaris sekolah, bahkan daftar nomor telepon adalah contoh data yang dapat disusun secara terstruktur. Lalu, bagaimana kalau materi tersebut dikemas seperti sebuah permainan? Saya pun mencoba membuat media pembelajaran sederhana berbasis HTML dengan judul “...